,','',',',',','','Di,',','saat,',',','sekarang,',',','ini',',',',',',',

Jika di titik putus asamu engkau belum ada yang menjadi pelipur laramu, yakinlah dia yang menjadi bagian dari dirimupun juga sedang menantikanmu.

Elven n d'Secret ((2))

Kita berjalan di tengah malam,menikmati indahnya keramaian bunyi-bunyi derungan mobil di setiap ujung kanan dan kiri,lampu-lampu spion menyilaukan mata tiap kali langkah kita menyeberangi kerumunan,sedikit memicing karna perubahan retina yang menyesuaikan kadar kuat lemah cahaya yang di terima.

Aku melirikmu… Adakah binar binar yang membuatmu enggan mendengarkan aku yang ingin bersuara,syukurlah aku tak menemukan nya,karna aku sedang ingin bercerita,tak banyak,aku hanya tak ingin kita berjalan dalam kebisuan,canggung… Yach,kediaman membuat teman di samping kita menjadi canggung berjalan bersama beriringan,itu kata seorang temanku suatu ketika,dan akupun mengakuinya,karna hal itulah aku tak ngin menciptakan nya disini,di perjalanan kita,di perjalananku malam ini,bersamamu.

Dan aku mulai bersuara,seperti biasa, nggak beres! Ya karna memang inilah yang aku punya. Ketika ada seseorang yang sudi kiranya mendengarkanku,aku hanya ingn bercerita tentangku,aku tak ingin bercerita tentang orang lain,ntahlah kenapa, aku merasa lebih nyaman jika aku meceritakan apa yang ada pada diriku,bukan berarti curhat lo,tapi hanya karena aku ingin menceritakan sebuah realita yang aku telah membuktikan nya,akan lebih ringan untukku dalam mengisi kebisuan kita malam ini,kurasa lebih baik,dan akan lebih baik jika kamu pun mengutarakan hal hal yang positif untukku,di setiap akhir kataku terhenti.

Kamu nggak banyak bicara, kenapa siech???aku sempat kesel,ngomong kek,masa’ dari tadi aku terus yang me’ngoceh ngalor ngidul,hmm… Sebenarnya yang pendiam nieh aku apa kamu yah,aku jadi heran sendiri pada diriku,banyak yang bilang kalau aku tuh pendiam,kamu juga pernah mengatakannya suatu ketika hari yang silam,tapi kurasa,,,setelah malam ini,aku menemukan sosok yang lebih ahli dalam diam dari pada diamku,menurutku tentunya,yaitu kamu…

KFC terdekat tujuan kita,untuk masalah lapar sih sebenarnya biasa biasa aja buat aku sekarang ini,tapi sepertinya tiap ujung pertemuanku denganmu,pun orang orang segolonganmu,terasa nggak lengkap jika tidak disempurnakan dengan mengisi kebutuhan perut di detik terakhir sebelum perpisahan,hehehe…. Okelah,tak ada yang salah jika perut pun harus diberi hak nya^_^

Dua gerakan tangan mengeluarkan selembar kertas, (uang nih bukan sembarang kertas coretan!) seperti berlomba dan berebut menuju kasir,hmm… Naluri seorang lelaki,hahaha… aku tertawa geli dalam hatiku,tidakkah kamu izinkan aku untuk menuju ke kasir terlebih dahulu? Melanjutkan pergerakan tanganku yang kurasa tak boleh terhenti,tapi ternyata kamu mencoba mencegahnya,masih kurasakan ada yang aneh,namun aku fahami penolakanmu,terimakasih untuk semuanya. Tapi untuk kali ini,kumohon izinkanlah aku untuk sedikit saja memberikan hal yang baik untukmu,meskipun bukan apa apa kutahu,aku hanya tak ingin lebih banyak lagi merepotkanmu. Itu saja,dan kuharap kamu tidak tersinggung atas sikap dan ulahku,dalam hal ini,ataupun hal hal yang lainnya. Malam ini,juga hari – hari sebelum pun sesudahnya. Dan sekali lagi,aku berterimakasih untuk semuanya.


0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More